Telkom Raih 2 Penghargaan IQA BUMN 2006

Bertempat Flores Room Hotel Borobudur Jakarta, Rabu Pagi (22/11), TELKOM dalam Indonesia Quality Award For BUMN Tahun 2006 menerima : Pertama, Tingkat Pencapaian Hasil Asessment yaitu Good Performance.  Kedua Penghargaan “The Best of Performance Excellence Achievement” yaitu Perusahaan yang meraih skor tertinggi asessment tahun 2006 dengan skor 562

 

Dua Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri BUMN Sugiharto kepada Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid, yang disaksikan Ketua Dewan Judge Bacelius Ruru, Ketua Umum Penyelenggara IQA for BUMN 2006 Ari H Soemarno, dan David Spong, Chair of  the Board of Overseers of the Malcolm Baldrige Foundation Former President of Aerospace Support for Boeing Inttegrated Defense System.

 

IQA BUMN 2006 yang diikuti 14 BUMN (termasuk BNi & BRI) dari 139 BUMN dan merupakan untuk kedua kalinya. Dasar pemberian award ini adalah hasil assesmen terhadap proses-proses dan  kinerja BUMN oleh TIM Examiner Malcolm Baldrige Creteria for Performance Excellence (MBCfPE) Indonesia yang bertujuan untuk memotivasi dan mengapresiasi untuk membangun Kinerja Ekselen dari BUMN Indonesia, serta Feedback yang subtansial kepada setiap peserta awarding menyambut peluang untuk peningkatan maupun kepuasaan yang dimiliki masing-masing perusahaan untuk perningkatan kinerja perusahaan kata Ketua Umum BUMN  Executive Club, Rudjito (Dirut BRI) dalam sambutannya.

 

Selanjutnya Rudjito, In Search of New Excellence dengan kajian 10 Criteria Malcolm Baldrige yaitu :

1. Visionary Leadership

2 Customer-driven excellence

3. Organizational  and personal learning

4. Valuing employees and partners

5. Agility.

6. Focus on the future

7.Managing for innovation.

8  Management by fact

9. Social responsibility

10. Visionary Leadership

11. System perspective.

 

Metode MBCfPE dipraktekkan oleh korporasi-korporasi kelas dunia. Sebagai sebuah kriteria “kelas dunia”, tidaklah mudah untuk mencapai kriteria excellence. Di Indonesia barangkali Telkom yang sedang menuju kreteria tersebut, ujar Rudjito. BUMN sebagai pelaku ekonomi nasional, menilai penting untuk menjadikan dirinya sebagai benchmark bagi setiap pelaku bisnis Indonesia, sebagai pelaku bisnis yang kelas dunia, jelas Rudjito.

 

Sementara Menteri BUMN Sugiharto dalam sambutannya menyampaikan kontribusi total BUMN dalam bentuk pajak, deviden dan privatisasi, dari tahun 2001 hingga 2005 tercatat signifikan, dengan perkembangan dari Rp 28,6 trilyun menjadi  54,8 trilyun, atau mengalami peningkatan 22,9% per tahun. Kontribusi BUMN dalam pasar modal Indonesia juga sangat signifikan, yang dicerminkan dari total kapitalisasi pasar dari 12 BUMN Terbuka per 16 Agustus 2006 mencapai Rp 371,32 trilyun atau 37,60% dari total kapitalisasi  pasar Bursa Efek Jakarta. Artinya, pergerakan BUMN di pasar modal, sangat mempengaruhi pergerakan saham di bursa.

 

Namun demikian lanjut Sugiharto, selalu menekankan jangan pernah kita sampai terlena oleh prestasi kita. Keberhasilan ini adalah bukti awal bahwa kita mampu membangun daya saing nasional. Karena itu, agenda kita hari ini adalah meningkatkan daya saing nasional yang sudah mulai terbentuk. Untuk itulah, Kementrian  BUMN  mendukung setiap upaya dari BUMN untuk membangun daya saingnya, sebagai bentuk kontribusi nyata BUMN terhadap upaya peningkatan daya saing Indonesia.

 

Saya mengucapkan terimakasih kepada Telkom sudah mengikuti MBQA 5 tahun, dan hari ini saya dapat SMS harga saham Telkom sudah mencapai market capitalization diatas 20 milyard dollar US. Salah satu role model kedepan adalah bagaimana Telkom menerjemahkan visi khususnya menjadi Champion di sektornya,  perusahaan publik yang memiliki market capitalization 30 Milyard dollar US yang diterjemahkan 1030, dimana tahun 2010 harus  mendapatkan 30 milyard dollar yang sudah ada dikepala seluruh karyawan Telkom, Ungkap  Meneg Sugiharto

Leave a Reply